Saturday 24 November 2018

Cacing beku, cabek, bloodworm

Sebelumnya mohon maaf baru bisa nongol lagi bawa produk ajib.

Ready kembali:

Cacing Beku - bloodworm - cabek

Kemasan:
Harga untuk eceran. WA only 08569866435
Lempeng lokal (1kg isi 2 lempeng) 30k
Lempeng super (1kg isi 2 lempeng) 40k
Tray (1kg isi 10 tray) 50k
Blister (on process)

Pengiriman dari Limo Depok menggunakan grab & gojek instant saja.

Membuka kesempatan kerjasama dengan kami untuk menjadi Reseller.
Harga & kualitas bersaing.
Syarat & ketentuan berlaku.
Pengiriman bagi reseller bisa diambil di terminal bus,, stasiun kereta atau bandara.

Terima kasih banyak.

Thursday 1 June 2017

HARGA IKAN HIAS MURAH

Salam kepada seluruh pecinta ikan hias seluruh indonesia. berikut kami lampirkan Harga Ikan Hias Tahun 2016, ikan hias yang kami tawarkan adalah ikan neon tetra, cardinal tetra, maskoki, ikan blackghost, ikan apistogramma dan sebagainya.

untuk saat ini kami baru bisa melayani pembelian dengan minimal order per BOX kecuali saudara datang sendiri ke tempat kami di Jl.Terusan Haji Nawi Malik no:63 pondok petir Bojongsari Depok.
Harga Ikan hias tertampil adalah harga pembelian untuk per kantong, dalam 1 Box terdapat 6 kantong. setiap kantong ikan hanya untuk satu jenis dengan jumlah masimal.

terdapat beberapa akses pengiriman, untuk pengiriman menggunakan cargo dari bandara terdapat biaya surat karantina, surat jalan dan biaya transportasi menuju bandara dan ikan bisa diambil di bandara tujuan. Untuk pengiriman pulau jawa menggunakan Herona Ekspress yang barang diambil di stasiun kereta terdekat.


IKAN HIAS || IKAN HIAS AIR TAWAR || JUAL IKAN HIAS|| AQUARIUM||HARGA IKAN HIAS TERBARU||BELI IKAN HIAS||IKAN HIAS PARUNG||IKAN HIAS BOGOR||SUPLIER IKAN HIAS||

Sunday 4 August 2013

Produksi Ikan Hias Tembus 978 Juta Ekor


     Perkembangan produksi budidaya ikan hias Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan sangat siginifikan. Bahkan target tahun 2012 yang dipatok Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebesar 850 juta ekor, dari catatan sementara sudah mencapai 978 juta ekor atau 115,16 % dari target semula.  Sampai dengan tahun 2011, Indonesia menduduki ranking ke-5 ekportir ikan hias dunia setelah Rep. Ceko, Thailand, Jepang dan Singapura. Potensi ekspor ikan hias Indonesia sendiri diperkirakan mencapai US $ 60 juta  sampai dengan US$ 65 juta. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (Dirjen PB), Slamet Soebjakto, pada saat membuka Forum Budidaya Ikan Hias 2013, di Bekasi, Jum’at (19/4).

     Slamet menjelaskan, prospek bisnis ikan hias memang sangat menjanjikan. Apalagi ikan hias Indonesia memiliki keragaman baik bentuk tubuh dan warna yang indah sehingga dipercaya dapat mengurangi stress oleh para pencinta ikan hias atau para hobbies baik di Indonesia maupun di dunia. Tingginya minat terhadap ikan hias Indonesia saat ini, membuat semakin banyak pembudidaya ikan ataupun para pemasar yang mengusahakan ikan hias sebagai komoditas andalan, sehingga memiliki potensi peningkatan ekonomi nasional. “KKP sangat serius mengembangkan ikan hias baik air tawar maupun air laut. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kawasan Minapolitan ikan hias pada tahun 2011 yang lalu di Kabupaten Blitar, Jawa Timur,” katanya. Potensi ikan hias Indonesia, menurut Slamet sangat besar, baik dari segi produksi maupun jenisnya. KKP mencatat jumlah species ikan hias
air tawar sebanyak lebih dari 450 species dari total 1.100 species ikan hias air tawar di dunia. Untuk ikan hias air laut Indonesia memiliki lebih dari 700 jenis species. Potensi ini memeberi peluang Indonesia akan mampu berbicara banyak di pasar Internasional dan menjadi eksportir terbesar di dunia. “Perlu adanya kesatuan visi dan misi antara pemerintah, asosiasi dan stakeholder ikan hias dalam mendukung industrialisasi ikan hias dan sekaligus menggalang komitmen untuk menyusun satu strategi nasional dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar ikan hias pada tahun 2015”, tegas Slamet

     Slamet menegaskan, sesuai dengan arah pembangunan yang dicanangkan KKP, dalam pengembangan ikan hias munuju Industrialisasi perikanan budidaya akan berbasis blue economy. Konsep ini berarti, pengembangan budidaya ikan hias dengan pendekatan penguatan sistem akuabisnis secara terpadu dari mulai hulu hingga hilir. KKP juga terus berupaya membangun dan menciptakan iklim berusaha yang baik. Mulai dari teknologi, produksi, sarana dan prasarana hingga masalah pemasaran. “Termasuk menciptakan pola-pola kemitraan yang sehat antara pengusaha/swasta dan masyarakat pembudidaya ikan, pemasar, hobbies dan eksportir,” jelasnya.


     Teknologi Budidaya

     Slamet menjelaskan, KKP melalui Dirjen PB telah mengembangkan teknologi budidaya ikan hias. Program ini untuk memenuhi kebutuhan para pembudidaya dalam mengembangkan usaha ikan hias. Di mana melalui BBPBAT Sukabumi, telah dikembangkan ikan hias jenis koi, koki, arwana, cupang, manfish, sumatra, balasark dan coridoras. BBPBL Lampung BBPBAP Jepara secara khusus mengembangkan kuda laut dan clown fish. BBAT Jambi telah berhasil mengembangkan ikan arwana, botia, belida, benih jelawat dan benih kapiat.  BBAP Situbondo khusus mengembangkan benih kerapu tikus. Sedangkan BBL Ambon, berhasil mengembangbiakan ikan hias jenis angel piyama, banggai cardinal, blue devil, siklid, clown fish dan zebra. “Hal serupa juga dilakukan BBAT Mandiangin yang secara khusus berhasil mengembangkan jenis koi, komet, arwana dan belida. Termasuk yang kini dilakukan BBAT Tatelu yang telah mengembangkan ikan hias jenis siklid, komet, koki, platy koral, guppy,
cupang, black molly, manfish dan black ghost,“ paparnya. Menurut Slamet, beberapa daerah di Indonesia juga sudah berhasil mengembangkan serta memasarkan komoditas ikan hias dengan harga cukup baik . Di antaranya jenis  arowana, discus, cupang, koi, louhan, guppy, koki, dan jenis ikan hias air tawar lainnya. Sementara jenis ikan hias laut seperti : clown fish, damsel, chromis, marine angel, scorpion, butterfly, scooter blenny, wrasse, trigger fish, beaked coral fish, sea horse, cardinal, sudah berhasil dibudidayakan oleh masyarakat. “Ini membuktikan bahwa KKP juga konsisten untuk mengembangkan teknologi budidaya ikan hias. Program ini terutama untuk memenuhi kebutuhan para pembudidaya dalam mengembangkan usaha ikan hias,” sambung Slamet

     Selain itu, tambah Slamet, potensi tanaman hias air Indonesia juga cukup besar. Berdasarkan data dari pelaku tanaman hias air bahwa ekspor tanaman hias air pada tahun 2008 sebanyak 1,5 juta batang dan mengalami peningkatan pada tahun 2011 sebanyak 3 juta batang, di mana trendnya setiap tahun mengalami peningkatan permintaan ekspor. Tujuan ekspor tanaman hias air  Indonesia umumnya kepada negara-negara yang mempunyai 4 dan 2 musim seperti negara-negara di Eropa, Amerika dan Asia antara lain: Spanyol, New Zealand, Turki, Belanda, Jerman, Denmark, Portugis, Hawaii, Jepang, Singapura dan beberapa negara lain. “Namun tujuan utama ekspor sampai saat ini adalah negara-negara di Eropa dan Amerika,” katanya


     Ujung Tombak

     Promosi tegas Slamet, merupakan ujung tombak pemasaran komoditas ikan hias. Promosi bisa dilakukan melalui kontes dan lomba baik lokal ataupun nasional serta membentuk jejaring kerja dengan menggalang persatuan sesama produsen, pemasar, dan eksportir serta lembaga terkait lainnya. Pola ini terbukti dapat meningkatkan harga jual ikan hias Indonesia serta dapat menggairahkan pasar ikan hias nasional. Melalui kegiatan promosi dengan kontes-kontes dan lomba-lomba ikan hias serta pemberdayaan dan penguatan kelembagaan kelompok pembudidaya ikan hias diharapkan pembudidaya lokal tertantang meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ikan hias. “Melalui kontes dan lomba yang diikuti peserta tingkat nasional maupun international diharapkan dapat memacu pertumbuhan usaha ikan hias baik teknologi, sisi pemasaran ataupun sisi trading nya yang mampu mengusung ikan hias Indonesia menuju go international,” jelasnya

     Slamet menegaskan, peran Asosiasi ikan hias Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah untuk pengembangan ikan hias nasional. Asosiasi dapat berfungsi sebagai fasilitator untuk memecahkan permasalahan yang ada. Di antaranya melalui implementasi 3 strategi, yaitu peningkatan mutu dan kualitas ikan hias sesuai standard pasar internasional. Kedua, pengembangan produk (product development) dari ikan hias bernilai rendah (low value products) ke ikan hias bernilai jual tinggi (high value products). “Peran asosiasi juga akan mendukung, penguatan dan pengembangan pemasaran ikan hias baik domestik maupun internasional,” ujarnya

     Slamet menambahkan, asosiasi ikan hias Indonesia diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi pengalaman dan profesionalitasnya dalam pengembangan ikan hias  Indonesia. Asosiasi bisa terus menerus melakukan upaya-upaya meningkatkan bisnis ikan hias nasional melalui kontes, pameran, bursa, perluasan akses pasar dan juga dapat mengedukasi masyarakat dalam mengembangkan ikan hias secara benar. “Untuk itu diperlukan adanya sinergi dan kerjasama yang terus menerus antara semua pihak yang berkepentingan dengan budidaya dan usaha ikan hias. Baik itu pemerintah, swasta, masyarakat maupun pihak lain yang terkait. Sekarang adalah eranya kerjasama dan sinergi untuk mencapai keberhasilan bersama dan untuk maju bersama”, tandas Slamet.

     Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP.0818159705)

Wednesday 31 July 2013

Wadah Pemeliharaan Ikan Hias



Akuarium
Akuarium merupakan sarana utama dalam melakukan aktivitas budidaya ikan. Industri ikan hias sebesar apapun pasti juga menggunakan akuarium karena kualitas ikan dapat diketahui dengan jelas dibandingkan jenis bak lainnya.
Ikan sekelas arwanapun betapapun baik kualitasnya, tetap tidak bisa dilihat dengan jelas menggunakan kolam. Nah, disinilah peran aquarium didalam industri ikan hias.
Selain mudah dibersihkan, aquarium juga menghemat tempat karena bisa disusun 3 bahkan 4 susun. Ukurannya pun cukup beragam. Ada aquarium ukuran kecil 40x30x30 cm, ukuran sedang 80x40x40cm, atau ukuran besar sekitar 120x50x50 cm.
Dilihat dari bahan pembuatannya. Akuarium terbagi dua ada aquarium yang terbuat dari kaca dan akuarium yang terbuat dari mika.
Penggunaan akuarium paling baik untuk pemeliharaan benih. Hal ini karena akuarium mudah dibersihkan tanpa perlu takut ikan berukuran kecil akan ikut terbuang. Permukaan akuarium yang transparan juga membuat ikan didalamnya mudah terlihat sehingga apabila ada ikan yang mati dapat segera diketahui dan bisa dilakukan tindakan sedini mungkin.

Kolam atau bak semen
Ukuran kolam atau bak semen sangat bervariasi, tidak ada ketentuan yang mengatur ukuran maupun bentuknya. Umumnya kolam bak semen yang dimiliki pembudidaya ikan hias berada di pekarangan rumah sehingga ukuran maupun bentuknya terkadang disesuaikan dengan ukuran dan bentuk lahan pekarangan. Demikian pula bahan pembuat kolam. Ada yang terbuat dari batako ada pula dari bata merah. Belum ada laporan tentang pengaruh perbedaan ini pada kehidupan ikan.kebanyakan kolam berukuran 1mx1m samnpai 2mx3m. Kedalamanya pun bervariasi dengan kisaran 25-40cm. Kedalaman kolam relatif dangkal memiliki keuntungan, yaitu difusi oksigen dan sinar matahari bisa masuk sampai ke dasar kolam serta menghemat penggunaan air. Bila panas terik, ikan dalam kolam perlu diberi naungan berupa atap atau tanaman air.
Penggunaan kolam berupa bak semen yang masih baru harus hati-hati karena selain bau semen kurang baik untuk ikan. pH airnya pun cepat naik akibat kikisan semen, bahkan bisa terjadi sindrom kolam baru, yaitu kondisi cepatnya pembentukan racun amonia dan nitrit akibat tumbuhnya bakteri pengurai. Oleh karena itu, sebelum digunakan sebagai wadah pemeliharaan, bak semen harius dicuci terlebih dahulu. Selanjutnya kolam direndam dengan air yang sudah diberi batang pisang atau PK. Perendaman dilakukan selama 3-5 hari.
Perlakuan rendaman tidak hanya berlaku untuk kolam baru, tetapi juga untuk kolam bekas pemeliharaan ikan sakit. Hanya saja, setelah dicuci bersih kolam tersebut direndam air PK atau formalin berkadar rendah guna mematikan sisa bibit penyakit dalam kolam. Bila poerlu, kolam dijemur sampai kering. Saluran-saluran kolam diusahakan selalu bersih dan alirannya lancar. Hal ini penting untuk dilakukan karena biasanya endapan air yang tidak mengalir sangat rawan penyakit.
Lingkungan kolam pun sebaiknya dijaga agar bersih. Rumput-rumput jangan dibiarkan tumbuh meninggi karena rumput yang tinggi akan dijadikan media hidup dan berkembang biak bagi capung. Bila ada sampah, sebaiknya segera dibuang agar tidak masuk ke kolam.

Bak Fiberglass
Bak fiberglass merupakan pilihan untuk menghemat tempat dan dapat dipindah-pindah. Selain terbuat dari fiberglass, ada juga bak yang dapat dipindah-pindah dan terbuat dari bahan plastik.
Bentuk kolam dari bahan plastik dan fiberglass bermacam-macam, ada yang berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang, kerucut, dan silinder. Ukuran bak juga beraneka ragam, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.
Bak fiber berbentuk silinder atau bulat lebih banyak digunakan untuk membesarkan benih ikan laut diberbagai industri peternakan ikan besar. Bentuk silindris memangmempunyai kelebihan karena saat diputar dengan arus atau blower, semua air akan berputar sehingga semua spot mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan suplai oksigen. Kebanyakan ikan laut sangat sesuai memakai bak berbentuk demikian. Untuk ikan air tawar tentu mempunyai perhitungan lain. Ikan air tawar ada yang hidup didaerah menggenang (tenang). Mereka tidak terlalu butuh kandungan oksigen terlarut yang tinggi sehingga bentuk kolam konvensional atau bak yang berbentuk persegi panjang dan bujur sangkar adalah pilihan yang tepat.

Jenis-Jenis Ikan Maskoki

Terdapat sekitar 14 varietas maskoki yang populer dan tersebar di kalangan penggemarnya. delapan varietas yang paling diminati antara lain fan tail (ekor kipas), veil tail (ekor rumbai/koki tosa), orando, lion head (kepala singa), pearl scale (sisik mutiara), bubble aye (mata balon), kalico, dan black moor. Bagian tubuh mas koki di dominasi oleh perut yang umumnya bulat dengan sirip ekor panjang. kepalanya sering kali dilengkapi dengan berbagai aksesoris yang sangat tergantung dari jenisnya, misalnya jambul, mata menonjol, atau batok kepala warna-warni. warna tubuhnya juga bervariasi, ada yang bewarna tunggal seperti merah, kuning, putih, atau hitam saja; dua warna yaitu merah dengan putih; lebih dari dua warna yang merupakan kombinasi dari warna-warna tersebut.
Jenis ikan maskoki

Gerakannya ikan ini sangat lamban dan memiliki sifat/kebiasaan yang menonjol, yakni suka mengaduk-aduk dasar aquarium untuk mencari makanan sehingga air tempat pemeliharaan sering menjadi keruh dan tumbuhan air kadang tercabut. perilaku ini dikenal dengan sebutan bottom feeder.

Tuesday 30 July 2013

Kebiasaan Makan Ikan Hias



Berdasarkan keniasaan makannya makan dikenal beragam jenis ikan, diantaranya:

Herbivora
Ikan ini biasanya hidup dengan memakan beragam jenis tumbuhan, terutama lumut. Ikan jenis ini biasanya hidupnya berkelompok dengan cara grazing (seperti kelinci menggerogoti rumput).
Ikan-ikan seperti nilem, beragam ikan barb, dan ikan-ikan siklid Afrika kelompok mbuna adalah pemakan lumut.
Barb
Ikan ini juga dapat dengan mudah diberi pakan pelet, tetapi pastikan komposisi pelet memang untuk ikan herbivora. Jenis pelet ini biasanya mengandung 20-20% protein. Di dalam pellet biasanya diperbanyak bahan berbasis tumbuhan, misanya algae spirulina jenis bahan pakan yang paling populer dipakai sebagai pakan ikan hias. Ikan seperti Tropeus adalah ikan  herbivora yang membutuhkan komposisi spirulina cukup tinggi. Pemberian pakan berupa pelet dengan komposisi protein tinggi dapat mengakibatkan ikan ini mengalami sembelit.
Ikan-ikan algae eater seperti lemon chinese algae eater, flaying fox, dan beberapa kerabatnya adalah murni pemakan alga. Biasanya mereka hidup dengan menempel pada kaca aquarium dan makan dengan cara menggerogoti lumut halus yang menempel di kaca aquarium.

Karnivora
Arapaima Gigas
Ikan karnivora adalah ikan yang murni pemakan daging (ikan, udang, dan hewani lainnya) dalam dietnya. Karena hidup dengan makan sesuatu yang berbahan daging maka ikan ini disebut ikan predator. Ikan tipe ini tidak dapat dibiasakan memakan makanan selain daging karena akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Apalagi untuk pemijahan, diet mereka akan bahan hewani harus dipenuhi. Meski demikian jangan terlalu kaku dalam hal pemberian variasi makanan. Selain pakan berupa bahan daging, banyak juga pelet yang dibuat dengan komposisi daging yang tinggi dan khusus dibuat untuk ikan pemakan daging.
Ikan-ikan karnivora yang besar sepereti alligator, arapaima, catfish besar, dan lain-lain dapat dibiasakan dengan dog food (pakan anjing yang berbentuk remah yang ukurannya lebih besar dibanding pelet). Di samping itu, kandungan gizi dan proteinnya harus tetap diperhatikan. Ikan dan anjing hidup pada kondisi yang berbeda namun mereka memiliki kebutuhan protein yang hampir sama.
Pada ikan karnivora, pemberian pakan yang banyak mengandung karbohidrat terlalu banyak berdampak kurang baik terhadap pencernaannya. Sementara pada ikan herbivora, pemberian pakan dengan kandungan protein tinggi juga bukan pilihan yang tepat. Untuk lebih mudahnya,biasanya di pasaran memang dijual pelet yang khusus untuk spesifikasi masing-masing. Semua jenis pakan biasanya mempunyai komposisi berupa karbohidrat, lemak, protein, dan beragam vitamin yang tertera dalam kemasannya.

Mikropredator
Daphnia atau kutu air
Ikan-ikan hias kecil biasanya adalah mikropredator atau pemakan beragam hewan-hewan air super kecil seperti jenis-jenis serangga, larva moluska, larva udang, dan beragam invertebrata lainnya. Syarat pemeliharaan ikan jenis ini untuyk tujuan budidaya adalah harus terpenuhinya kebutuhan akan pakan hidup. Pakan hidup banyak dibudidayakan oleh peternak atau di balai-balai benih ikan yang tentu ada di setiap kabupaten sehingga bila kita ingin membudidayakan pakan hidup ini dapat meminta atau membeli benih dari balai tersebut.
Pakan hidup tersebut diantaranya kutu air, moina, daphnia, artemia, cacing sutera, dan lain-lain.

Omnivora
Ikan omnivora adalah ikan oportunitis sejati. Mereka dapat memakan beragam komposisi jenis makanan dalam dietnya. Hampir semua ikan adalah omnivora.

Monday 29 July 2013

Budidaya Mas Koki Mutiara

Indukan Maskoki mutiara
 Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.

Pemijahan
Pemilihan induk
  • Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur + 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
  • Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
  • Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
Perbedaan jantan dan betina
Jantan:
  • Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.
  • Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih.
 Betina:
  • Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
  • Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.
 Cara Pemijahan:
  1. Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
  2. Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
  3. Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan berikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.
 Pemeliharaan Benih
  1. Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).
  2. Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.
  3. Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
  4. Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.
  5. Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.
  6. Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.
Pembesaran 
  1. Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.
  2. Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi.
  3. Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.
  4. Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.
  5. Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
  6. Setelah berumur 4 bulan ikan sudah merupakan calon induk. Untuk itu jantan dan betina segera dipisahkan sampai berumur 8 bulan yang telah siap dipijahkan. Untuk induk ikan sebaiknya makanan yang diberikan yaitu berupa jentik nyamuk (cuk).
  7. Sepasang induk dapat menghasilkan telur 2.000 s/d 3.000 butir untuk sekali pemijahan.